Selasa, 02 Desember 2014

Mau Uji Nyali ? Coba saja Ombak Bono !

INDONESIA punya banyak keindahan dan keunikan alam yang menawan. Salah satu keunikan alam Indonesia adalah Ombak Bono di sungai pedalaman Riau. Ombak bono ini terletak di Sungai Kampar, Provinsi Riau dan merupakan fenomena alam akibat pertemuan arus sungai ke laut dan arus laut yang masuk ke sungai.
  
Berselancar atau surfing di Sungai Kampar ini bagi para peselancar sangat menantang, dan sebagian besar peselancar yang saya tanya mengakui berselancar di Sungai Bono ini merupakan destinasi impian para peselancar.

Menurut para peselancar, fenomena alam ini hanya ada di Brasil dan di Indonesia. Untuk bisa berselancar juga harus menunggu bulan purnama penuh, sehingga tidak sewaktu-waktu mereka bisa menikmati ombak bono.

Kampar adalah sebuah sungai panjang yang turun dari pegunungan Bukit Barisan yang membentuk dari Pulau Sumatera sepanjang pantai barat. Sungai ini melewati Provinsi Riau, akhirnya bermuara  di Selat Malaka, di pantai timur Sumatera. Sungai itu sendiri terbelah menjadi dua cabang besar yang dikenal sebagai Kampar Kanan (cabang kanan Kampar) dan Kampar Kiri (cabang kiri).
Aliran sungai tersebut kemudian berkumpul di Langgar di Kabupaten Pelalawan di muara Kampar itu. Di sini bergabung dengan banyak sungai lain yang menyebabkan Kampar menyalurkan keluar ke muara sungai yang lebar. Pada setiap pasang, gelombang tinggi dari laut mengalir masuk dan bertemu arus hilir dari Kampar, di mana dua energi yang berlawanan bertemu yang membuat ombak bono terjadi
Berselancar di pantai sudah biasa, Tetapi berselancar di Sungai Kampar itu baru luar biasa. Itulah yang diungkapkan oleh banyak peselancar yang sudah mencoba Ombak Bono. Sensasinya luar biasa karena lama berselancar bisa menghabiskan waktu  40 menit lebih.

Yang lebih menantang karena di hulu sungai inilah banyak buaya muara yang panjangnya sampai 3 meter. Selain buaya muara juga banyak ular piton dan ular lain yang tidak berbisa ditemui di sini. Seringkali peselancar menjumpai buaya di muara sungai ini, tetapi biasanya mereka akan sembunyi di anak sungai ketika ombak bono datang.
Ombak Bono dikenal oleh para peselancar internasional dengan sebutan The 7 Ghost, karena Bono punya 7 ombak yang berlapis lapis. Ketika saya menaiki perahu karet dan menerjang ombak bono, sangat jelas saya melihat ketujuh ombak tersebut. Ya, hanya melihat tapi tidak sempat memotret.
Foto-foto yang saya ambil barusan di Bono itu memakai speedboat karet, selain dapat foto bagus naik speedboat itu sangat memacu adrenalin. Alasannya, boat karet yang saya naiki itu khusus untuk para peselancar yang jatuh dan diantar untuk diturunkan lagi ke depan, dan menerjang ombak yang berlapis lapis itu.

Ombak Bono ini hanya sekali dan tidak berkali-kali seperti dilaut. Peselancar bisa menikmati ombak selama 40 menit lebih. Bono terbesar biasanya terjadi ketika musim hujan di mana debit air Sungai Kampar cukup besar yaitu sekitar bulan November dan Desember. Memang berselancar di sungai berbeda dibandingkan berselancar di laut karena karakter ombaknya sedikit berbeda. Berselancar di sungai membutuhkan stamina yang cukup kuat karena bermain ombak lebih dari 40 menit.
Untuk berselancar di Sungai Kampar yang terbaik adalah menggunakan jasa operator yang berpengalaman atau orang yang mengetahui kondisi lokal. Buat yang ingin menuju Teluk Meranti tempat Ombak Bono terjadi biasanya harus melewati Pekanbaru melalui jalan darat selama 5-6 jam. Kalau jalan sedang longsor, anda bisa menggunakan transportasi sungai dengan menggunakan speedboat selama 4 jam.
Selain menonton para peselancar beraksi, Anda juga dapat berwisata di sekitar desa sepanjang sungai. Kegiatan lain yang menyenangkan untuk dilakukan ketika Anda tidak berselancar adalah menyewa sepeda motor dan menjelajahi pedesaan untuk melihat kegiatan penduduk desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar