Selasa, 11 November 2014

Arti Kemerdekaan


Apa sih Arti kemerdekaan ? 


Sebelum menjawab pertanyaan diatas .Memaknai Arti Kemerdekaan tentu masing-masing pribadi mempunyai pendapat yang berbeda. Kita diminta bisa secara kritis memaknai arti kemerdekaan dan tidak menerima begitu saja atau menganggap gampang kemerdekaan, yang sekadar diartikan sebagai pembacaan teks Proklamasi oleh Ir Soekarno dan Moh Hatta pada 17 Agustus 1945.


Seringkali kita bingung apabila ditanya apa sih arti "merdeka" yang sebenarnya. Seringkali juga kita dibuat bingung oleh orang yang menanyakan apakah Indonesia sudah merdeka??? makna "merdeka" yang sebenarnya??? Seperti pertanyaan sebelumnya,saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dengan tafsiran saya sendiri.

Pertama,
Terbebas dari penjajahan bangsa lain atau bangsa asing. Bangsa dan Negara Indonesia yang aku cintai ini bisa terlepas dari kekuasaan penjajahan dengan pengorbanan yang sangat besar. Darah, jiwa dan raga serta harta benda yang tak terhingga telah menyatu pada bumi Indonesia, menjadi saksi berdirinya Republik Indonesia. Betapa besar pengorbanan bangsa Indonesia demi meraih Kemerdekaan.


Kedua,
Bebas dari rasa takut dan khawatir. Orang bisa dikatakan merdeka apabila seseorang tidak dibayang-bayangi rasa takut, cemas, dan khawatir yang berkepanjangan. Ia terbebas dari pikiran yang sempit dan pendek.
Seandainya sudah terbebas dari rasa takut akan timbul keberanian, kreativitas, akan munculnya ide-ide baru. Di sini kemerdekaan merupakan modal untuk berkembang.

Ketiga,
Bebas untuk mengemukakan pendapat, baik lisan maupun tulisan.Kita bebas untuk mengeluarkan pendapat. Kita mengemukaan pendapat harus mempunyai rasa tanggung jawab, menghormati pendapat orang lain dan tidak asal mengeluarkan pendapat. Dalam mengeluarkan pendapat kita harus dibarengi kejujuran dan kebenaran. Jangan sampai mengemukakan pendapat yang hanya berisi kebohongan dan fitnah.

Keempat,
Bebas menentukan nasib sendiri. Seseorang dikatakan merdeka seandainya bebas untuk memilih dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Karena pada asalnya, masa depan kita ditentukan oleh diri kita sendiri. Jalan mana yang akan ditempuh, itu terserah kepada kita, apakah akan menempuh jalan lurus atau berliku. Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, kita tidak dibayangi, dikendalikan, dan mendapat tekanan dari orang lain. Kehadiran orang lain sifatnya hanya membantu, memberi saran atau informasi dan memotivsi. Pada akhirnya apa pun yang akan kita lakukan atau perbuat berpulang kepada diri kita masing-masing. Ingat, nasib suatu kaum tidak akan berubah kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya.

Beberapa arti kemerdekaan di atas hendaknya dijadikan bahan renungan dan introspeksi diri. Apakah kita sudah merasakan kemerdekaan yang sebenarnya?
Jawabannya berpulang kepada diri kita masing-masing. Hati kecil pasti bisa menjawab. Mungkin seseorang telah merasakan atau menikmati arti kemerdekaan yang sebenarnya. Atau mungkin hanya kemerdekaan semu.

Pada HUT Kemerdekaan Indonesia tahun ini, marilah kita mulai berbenah diri dan merbaharui apa yang menjadi kesalahan pada masa silam, jangan kita tiru dan langi lagi. Dengan semangat baru, kita lakukan yang terbaik bagi Bangsa dan Negara. Apa yang telah Anda berikan dan lakukan buat negara?

Kemerdekaan yang telah diraih bukan berarti perjuangan berakhir, tetapi justru berjuangan harus lebih keras lagi dalam rangka mengisi kemerdekaan, sehingga cita-cita bangsa dapat tercapai. Mengisi kemerdekaan perlu didukung oleh berbagai komponen atau unsur bangsa. Dengan kata lain, dalam membangun Bangsa dan Negara dibutuhkan kerja sama dari semua pihak sesuai dengan fungsi dan kedudukan atau statusnya.

Kemerdekaan akan terwujud apabila didukung ulama dan cendekiawan yang sarat dengan ilmu. Ulama dan cendekiawan tempat kita bertanya karena mereka sebagai orang yang mempunyai ilmu yang luas. Ilmu merupakan senjata dan modal bagi manusia untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Dengan ilmu, hidup menjadi mudah…
Pemerintahan akan berjalan dengan baik apabila ada umara atau pemimpin yang adil. Siapa pun yang terpilih menjadi pemimpin bangsa hendaknya bersikap adil, bisa mendengar, merasakan, memahami, dan melakukan yang terbaik bagi rakyat Indonesia. Pemimpin yang diharapkan yaitu yang bisa mengayomi dan mempersatukan Seluruh rakyat Indonesia…

Penyadaran dan pengingatan bahwa perjuang kita masih panjang, satukan visi kita bahwa  ,Indonesia harus menjadi lebih baik, saat ini dan selanjutnya. Semoga kita bangsa Indonesia semakin bisa memaknai kemerdekaan ini dengan kemerdekaan yang sesungguhnya. Juga kemerdekaan tidak hanya diperingat dengan upacara semata. Tapi juga dijadikan bahan perenunggan untuk melangkah dan menatap masa depan yang lebik lagi. Semoga tercapai.  

Langkah sumbang salahkan lantai
Binasa badan bicara tak kawal
Pinggirkan ketuanan negara tergadai
Hilang maruah bangsa terjual.

Tanah ini Tanah indonesia
Pedagang datang ingin berniaga
Serahkan budi bukan tanah mereka
Pertahankan negara, pertahankan bangsa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar