Selasa, 11 November 2014

Ayo, Saatnya Berpartisipasi di Pekan Peduli Orangutan



Orangutan  bernama Codet ini berada di Taman Nasional Gunung Palung. Foto: Robert/Yayasan Palung
Orangutan bernama Codet ini berada di Taman Nasional Gunung Palung. Foto: Robert/Yayasan Palung 
“Ayo, selamatkan orangutan dan habitatnya di Tanah Kayong. Kalau bukan kita siapa lagi.” Itulah tema utama Pekan Peduli Orangutan (PPO) 2014 yang akan dilaksanakan Yayasan Palung dan YIARI dengan dukungan lembaga lainnya pada 15-16 November 2014 di Kecamatan Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Apa yang melatari kegiatan ini?
Pekan Peduli Orangutan merupakan kegiatan rutin yang digelar oleh Yayasan Palung setiap November, sejak 2008, di Kalimantan Barat. Latarnya adalah keberadaan orangutan yang habitatnya terus tergerus serta masih adanya masyarakat yang memelihara orangutan merupakan kondisi nyata yang membutuhkan aksi penyadartahuan yang harus dilakukan.
Tahun ini, kegiatan acara dipusatkan di Kecamatan Tayap, Kabupaten Ketapang, yang secara administratif berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Palung dan Hutan Lindung Gunung Tarak. Secara strategis, Kecamatan Tayap merupakan jalur perlintasan untuk menuju Kabupaten Ketapang dan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Alasan lainnya adalah daerah ini juga termasuk wilayah yang rentan terhadap perdagangan satwa yang dilindungi.
Berdasarkan hasil pantauan Yayasan Palung di Kecamatan Tayap sejak 2004 hingga 2014, sedikitnya ada 16 kasus pemeliharaan orangutan yang dilakukan masyarakat. Selain itu, sejak 2004-2013, sekitar 10 individu orangutan berhasil diselamatkan baik melalui penyitaan maupun hasil penyerahan masyarakat dan perusahaan perkebunan.
Cassie Freund, Direktur Yayasan Palung, mengatakan pekan peduli orangutan merupakan kegiatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa keberadaan orangutan saat ini, baik yang ada di Kalimantan maupun Sumatera, kondisinya terancam di alam.
“Kami berharap, adanya pekan peduli orangutan akan memberikan dampak besar pada konservasi orangutan dan habitatnya. Kami tidak hanya akan fokus di Ketapang, tetapi juga di daerah lain seperti Tayap, dan Sukadana di Kayong Utara. Satu tujuan kami adalah menyampaikan pesan ke masyarakat untuk menjaga dan melindungi orangutan dan habitatnya.”
Ketua kegiatan PPO 2014, Desi Kurniawati, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli orangutan. Dengan adanya PPO ini, besar harapan agar sosialisasi, pesan pelindungan terhadap orangutan dan habitatnya dapat tersampaikan. “Mudah-mudahan dengan adanya PPO ini juga ada tumbuh kesadaran yang muncul dari siapa saja,” ujarnya.
Baliho seruan penyelamatan dan perlindungan orangutan ini akan di pasang di beberapa titik di Kecamatan Tayap, Ketapang, selama pelaksanaan Pekan Peduli Orangutan 2014
Baliho seruan penyelamatan dan perlindungan orangutan ini akan di pasang di beberapa titik di Kecamatan Tayap, Ketapang, selama pelaksanaan Pekan Peduli Orangutan 2014
Serangkaian kegiatan PPO 2014 yang akan diadakan di Kecamatan Tayap ini, nantinya dipusatkan di Desa Betenung dan Nanga Tayap, pada 15-16 November 2014. Acara yang telah disiapkan adalah lomba menggambar untuk tingkat SLTA se-Kecamatan Tayap dan gelaran puppet show (panggung boneka) di SDN Betenung.
Malam harinya, akan dilakukan sosialisasi dan penyadartahuan tentang Undang-undang No. 5 Tahun 1990 yang merupakan bagian dari acara pemutaran film lingkungan serta panggung musik. Selanjutnya, pada 16 November, akan diadakan jalan santai sekaligus kampanye tentang orangutan. Sebelumnya, Relawan Taruna Penjaga Alam (RK-Tajam), binaan Yayasan Palung, dalam rangkaian PPO 2014, mengadakan aksi teatrikal di Bundaran Agoes Djam dan orasi di Taman Kota Ketapang, Minggu (9/11/2014).
Sedangkan Relawan Bentangor untuk Konservasi (REBONK), pada Minggu (16/11/2014) nanti, akan mengadakan pawai dan kampanye pentingnya menjaga lingkungan dan orangutan. Rutenya dari Siduk, Desa Simpang Tiga, menuju Tugu Durian, Sukadana. Aksi tersebut akan dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih di Pantai Pulau Datok.
Dengan menyelamatkan orangutan dan habitatnya di hutan berarti kita telah menjaga ekosistem dari kehancuran yang dapat menyebabkan bencana bagi masyarakat luas. Habitat yang terpelihara dengan baik, tentunya akan menjamin kelangsungan jasa ekologi yang diberikan hutan. Seperti sebagai penyedia sumber air bersih, oksigen, pencegah erosi dan tanah longsor, hingga penjaga keseimbangan ekosistem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar