Sabtu, 22 November 2014

Jakarta Masuk 5 Besar Kota Paling Berbahaya di Dunia


Temuan yang mengkhawatirkan terkait keamanan Kaum Hawa mulai terlihat melalui hasil survei  yang dilakukan oleh Thomson Reuters Foundation. Lembaga ini melakukan survei mengenai pelecehan yang terjadi dalam angkutan umum di kota-kota besar dunia.

Berdasarkan laporan terbaru, Jakarta masuk dalam 5 besar kota paling berbahaya bagi kaum hawa berada dibawah kota-kota besar di Amerika Latin.

Enam dari 10 wanita di kota-kota besar Amerika Latin melaporkan bahwa mereka telah secara fisik dilecehkan saat menggunakan transportasi umum. Kota-kota besar di Amerika latin yang diketahui memiliki transportasi umum paling tidak aman ialah Bogota, Kolombia, kemudian diikuti oleh Meksiko dan Lima.

Berlawanan dengan yang terjadi di Amerika Latin terkait keamanan transportasinya, seperti dikutip dari CNN, New York dinilai sebagai yang terbaik di antara 16 kota yang dipelajari, kemudian disusul oleh Tokyo, ibu kota terbesar dunia dengan 38 juta penduduk, lalu Beijing dan London.

Pemungutan suara dilakukan berkolaborasi dengan perusahaan polling di Inggris bernama YouGov.  Pemungutan suara ini dilakukan di 15 ibu kota-ibu kota terbesar di dunia, termasuk New York, kota terpadat di Amerika. Pemungutan suara ini sendiri melibatkan dan meninjau sebanyak 6.555 wanita dan para ahli.

Berikut ini ialah hasil dari survei tersebut, diurutkan dari yang kota dengan keamanan transportasi terburuk hingga terbaik:
1. Bogota, Kolombia
2. Meksiko
3. Lima, Peru
4. New Delhi
5. Jakarta, Indonesia
6. Buenos Aires
7. Kuala Lumpur, Malaysia
8. Bangkok
9. Moskow
10. Manila, Filipina
11. Paris
12. Seoul
13. London
14. Beijing
15. Tokyo
16. New York

Hasil didasarkan pada jawaban-jawaban para responden dan juga penelitian para ahli terkait hak asasi perempuan, kesetaraan gender, perencanaan kota, dan juga ruang kota yang bersahabat dengan wanita di tiap-tiap kota yang diteliti.

Thomson Reuters Foundation menyatakan bahwa polling tidak bisa dilakukan di lima ibu kota besar lainnya, yaitu Kairo, Dakha (Bangladesh), Kinshasa (Republik Kongo), Tehran dan Baghdad, karena adanya konflik maupun ketidakmampuan perusahaan YouGov untuk menjamin sampel wanita secara online yang dibutuhkan.

YouGov menyatakan tetap melakukan penelitian dengan 10 ahli di Kairo, ibu kota terbesar kelima di dunia, tetapi temuan-temuan mereka tidak disertakan dalam peringkat keseluruhan karena YouGov tidak dapat melaksanakan jajak pendapat publik. Thomson Reuters Foundation menyatakan, jika seandainya jajak pendapat publik dilakukan di Kairo, Kairo akan menempati urutan kelima sebagai kota dengan sistem transportasi umum paling berbahaya, menggantikan posisi Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar