Minggu, 28 September 2014

Cerpen Tentang Cinta Tanah Air

Sore yang senja ketika matahari mulai menenggelam kan sinarnya menuju malam yang mulai gelap dan terpancarkan sinar-sinar bulan dan bintang yang mulai bermunculan, ketika itu burung-burung sampai di penginapan keheningan malam dan tergantikan oleh hewan-hewan malam yang mulai tenang dan bernada sedang.
    Aku langkahkan kakiku Menuju deruan suara panggilan atas nama tuhan,di tempat sunyi dan suci ini kami berdoa dgn ikhlas dan penuh pasrah memohon kepadanya,ku mohon cita-cita akan harapan bisa terkabulkan oleh nya (Allah).
      Tatkala ketika itu (hari ini) aku teringat oleh peringatan kepahlawanan siang hari tadi yang bertepatan tgl 10 november 2012,tak lupa aku memanjatkan doa ,untuk pahlawan kepada tuhan yang maha Esa  karena atas jasa-jasanya dan perjuangan nya kami disini  dapat berdiri  disini dengan tenang dan tanpa kekacauan,kami berdoa semoga mereka (pahlawan) bisa di terima di sisi nya (Allah).
Seketika itu waktu yerus berlalu dan doa kami semakin berlalu ,aku meninggalkan tempat itu,tempat yang suci dan teramat tenang itu,disaat malam sudah penuh menghiasi negeri  ini,aku berjalan tatkala itu menyusuri jalan yang berliku  seketika itu  aku berjumpa dengan ke dua teman ku Doni ,aku saling menyapa dan bertanya dan kami sempat berhenti di suatu tempat yang cukup sunyi.

Aku bertanya  “ Don dari mana kamu kok belum pulang “    
kata Doni “ini aku habis mengikuti acara peringatan 10 november maklum acaranya padat jadi aku pulang malam’’
tanyaku gimana acaranya sukses kan ,” iya alhamdulillah sukses.
Waktu itu aku teringat  kepada pejuang tanah air dan aku bertanya kepada Doni " Don bagaimana ya caranya agar kita seperti para pejuang yang mencintai  tanah air ini secara mati-matian ? " kan kita sudah tidak di jaman perang.
Seketika itu andi datang dan mengacaukan pembicaraan kami ,
“Andi bilang”  hei kalian itu bicara apaan sih kok bicara kamu ribet amat." Kamu itu datang-datang mangacaukan pembicaraan saja " kataku.Ini kan hari pahlawan sudah sewajarnya kita mengenang para pahlawan kita yang telah berjuang mati-matian demi negeri ini  tanpa mereka engkau tidak akan se-enak ini,

       Andi yang ketika itu seusai pulang dari bermain serasa meremehkan pembicaraan kami berdua, Andi bilang’’ kalian berdua lho kok segitunya padahal aku nganggap hari ini seperti biasa-biasa saja “maklum Andi yang tidak begitu paham tentang sejarah bilang begitu karena hobinya yang bermain-main’’.
    Doni yang hanya terdiam saja setelah kedatangan andi hanya melihat saja dan mendengarkan nya tak satupun kata-kata yang terlontar dari mulut nya, maklum andi bisa di katakan sebagai anak yang paling pemberani,nakal,dan mudah emosi jika  kata-kata nya di tentang .

        Seketika itu waktu terus berlalu dan obrolan aku dan andi serta doni semakin berlarut-larut dan tak terasa malam semakin larut dan bintang-bintang semakin gemerlapan ,jam tangan menunjukkan pukul 18.45 WIB dan angin malam seolah menghilangkan panas di tubuh kami .
Kami yang sebelum nya mau pulang malah gag jadi pulang karena panggilan adzan berikutnya yang sudah berkumandang ,tatkala itu aku mengajak dua temanku untuk kembali melakukan shalat menuju ke tempat yang suci itu untuk berdoa dan memohon kepada nya .
Aku bertanya kepada mereka  ‘’maukah kalian ikut  dengan ku’’

Ayo teman-teman “ jawab Doni’’

    Kita akan shalat di masjid  " Andi berkata ‘’ emm .. boleh deh aku ikut, jangan lupa ya kalian juga mendoakan para pahlawan kita  “kata ku”
“ Lalu Doni menjawab” iya lah pasti aku akan mendoakan para pahlawan  karena tanpa mereka  kita tidak akan bisa seenak ini sekarang .
“ Seraya aku bertanya” andi kamu juga ikut mendoakan para pahlawan kita, lalu andi menjawab iya-iya pastinya  hehehehe (sambil sedikit tersenyum).
Dan kami krmbali ke tempat yang tadi (masjid) sambil berjalan dan me ngobrol dengan asik,tiba-tiba di jalan kami berpas-pasan dengan teman kami nama nya Ika ,”lalu aku bertanya “ mau ke masjid juga ya Ika ,

“Lalu dia menjawab’’ iya nih boleh kah aku bersama kalian jalan bareng ?

“boleh kok ayo kita jalan bareng ke masjid (kata ku).sampai di sana kami berdoa dan memohon kepada nya  dan setelah itu waktu terus berlalu kami lalu bergegas meninggalkan tempat suci itu seusai berdoa  dan berjalan pulang .

   Pada saat perjalanan di waktu yang gelap tak lupa kami juga ngobrol bareng seraya sambil menuju jalan pulang ,seketika itu aku bertanya ,mumpung ada doni “kata ku”
“don bagaimana  ya agar kita dapat mencintai tanah air ini “ maklum Doni adalah orang yang suka belajar tentang sejarah  di negeri ini ,pasti dia tahu tentang pertanyaan ku .
“Lalu doni menjawab “ya kita harus  mengabdi kepada negeri ini dengan cara-cara yang baik dan tanpa pamrih  dan harus turut memajukan negeri tercinta ini .

    Pada saat itu ika yang juga ingin tahu tentang pembicaraan kami  dan bertanya kepada doni.“ Mengapa ya don kita harus mencintai tanah air ini ” lalu doni menjawab  ya kita harus mencintai negeri ini di manapun kita berada  engkau harus  mencintai negerimu sendiri karena di negeri ini engkau di lahirkan  dan di besarkan jngan sampai suatu saat nanti kamu sukses ,kamu lupa dengan dengan negerimu sendiri.
Lalu ika menjawab berarti kita harus mencintai negeri ini ya “
“Dan doni menjawab” iya kita harus begitu,kita harus menghargai dan menghormati para pahlawan kita  yang telah bersusah payah memperjuangkan  tanah kelahiran kita  ini,secara mati-matian dan tanpa pamrih.

    " Oh begitu ya don .. " kataku.‘’Doni pun menjawab’’ iya memang begitu itu kewajiban kita sebagai warga negara yang baik.
Seketika itu jalan masih lumayan jauh seraya waktu menunjukkan pukul 19.15 WIB. ketika itu aku bertanya “teman-teman kita istirahat dulu yuk,selagi ada tempat nongkrong’’
Mereka menjawab ’’boleh lah”
Maklum jarak antara rumah kami dari masjid lumayan jauh jadi kami memutuskan untuk beristirahat sejenak ,
Selagi masih ada doni di sini aku ingin membahas pembicaraan kami yang tadi dan ingin  mencari tahu bagaimana mencintai negeri ini (Indonesia).
Tiba-tiba ika yang tadinya mau ikut ngobrol dan istirahat ternyata dapat telpon dari ibunya dan dia di suruh pulang.
      Karena takut di marahin ibunya akhirnya ika memutuskan untuk pulang .dan dia bilang ke kami , “teman-teman maaf ya saya ga bisa berlama-lama sama kalian nih,soalnya ibu aku nyuruh saya pulang karena ada sutu keperluan mendadak’’
Iya ika  engga papa lain kali kan bisa ketemu lagi ,hati-hati di jalan ya sampai jumpa kembali “kata kami”.
Di tempat itu tinggal kami bertiga aku doni dan andi.
Seketika itu andi yang tiba-tiba santai mendadak bertanya kepada Doni (seolah ingin tahu juga bagaimana mencintai tanah air ini).
Dia bertanya “ hei don kalau kita ingin mencintai tanah air ini bagaimana caranya kan kita masih sekolah ”.kamu pasti bisa menjawab nya.
“Lalu doni menjawab” mudah saja caranya kita sebagai pelajar harus bertanggung jawab,kesempatan yang ada kita gunakan untuk belajar dengan tekun selain itu kita juga harus berbudi pekerti yang baik.
Kelak kita akan menjadi orang pintar dan berpresatasi, murid berprestasi akan mengharumkan nama bangsanya .

“kalau mencintai produk-produk Indonesia apa juga bisa dikatakan cinta tanah air”
“iya benar kamu andi dengan mencintai produk-produk tanah air kita turut membangun perekonomian negeri ini  “jawab Doni”
“begitu ya don iya sekarang aku tahu bagaimana mencintai negeri ini”
Iya harus makannya kamu jangan suka main entar malah kamu sulit untuk pintar, hehehehe  “kata doni”
Sambil bercanda dan andi tersenyum mendengarkannya .
Seketika itu giliran aku yang bertanya ,apakah kamu bisa menjawab pertanyaan ku ini don (sambil bercanda).
“doni menjawab” oke serahkan saja semuanya padaku, Insya Allah aku akan menjawab semua pertanyaan mu.
Lalu aku bertanya “ Don kalau orang berjuang demi kemjuan dan kesejahteraan negaranya itu bagaimana”
    “ Doni menjawab ” contohnya sangat sederhana seperti seorang guru yang bersedia di tempatkan untuk mengajar di daerah terpencil demi mendidik anak-anak di negeri ini supaya pintar , polisi dan tentara yang di tugaskan di daerah konflik, pejabat dan pegawai pemerintah yang mau bekerja keras demi memajukan daerahnya dan atlit-atlit berprestasi juga bisa dikatakan berjuang demi negeri tercinta ini dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya.
     Setelah bertanya tatkala itu aku teringat kepada cita-cita ku yang berkeinginan menjadi tentara .
“lalu aku bertanya” don kalo boleh tahu cita-cita mu apa?
Aku ingin menjadi seorang penulis dan sastrawan yang terkenal .
Berarti beda ya sama aku .aku ingin menjadi seorang tentara , jika aku menjadi seorang tentara aku akan mencintai tanah air ini dan bersedia di tempatkan di plosok penjuru nusantara ini demi pengabdianku.
Doni berkata ,wah hebat kamu semoga cita-cita muliamu ini bisa di kabulkan oleh sang pencipta .amin.
“lalu aku menjawab “ iya don terima kasih atas doanya ,semoga cita-cita kamu juga terkabulkan .amin,
Ketika kami ngobrol andi malah asik bermain game di psp nya .pantesan ga mau giliran Tanya (kata ku).

    Tak terasa pembicaraan kami sudah berlangsung satu jam ,tatkala itu malam semakin gelap dan suara-suara hewan malam bernyanyian dengan nyaringnya seolah ingin menunjukkan malam yang semakin panjang .tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 wib dan kami bergegas pulang karena takut akan kemalaman.
Ketika itu aku mengajak mereka pulang “ayo teman-teman kita pulang”
    Lalu andi menjawab “kalian pulang duluan aja entar aku nyusul ini game nya sudah hampir tamat nih.(sambil bermain portable nya ) seolah Andi tidak mau pulang.

     Ya sudah andi kami pulang dulu.hati-hati ya teman-teman (kata andi).
Iya andi kamu jangan lupa belajar, katanya ingin memajukan negeri tercinta ini kamu jangan bermain game saja.
Dengan seriusnya Andi bilang iya teman-teman saya akan berubah dan saya akan belajar lebih giat lagi ." Kalian duluan ya .. " kata Andi, lalu kujawab " Iya .. "
    Sampai jumpa lagi.akhirnya aku dan doni pulang menuju rumah masing-masing dan kami berpisah di perempatan jalan gang di kampung kami. Aku bertanya kepada Doni, Don terimakasih ya atas pengetahuan nya tadi.

‘’Doni menjawab’’ iya sama-sama teman ,sampai jumpa besok yaa.
Aku menjawab " iya selamat malam "


Selesai

Tidak ada komentar:

Posting Komentar